Help for Syria : Puluhan Ribu Warga Aleppo Terancam Dieksekusi

aleppo sekarat 2016

 

 

Milisi dukungan Iran menghalangi warga sipil dan pejuang oposisi meninggalkan Aleppo timur. Pada saat yang sama Rusia berusaha meyakinkan Pemerintah Assad dan sekutunya untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata.

Wilayah terkepung itu kembali dibombardir Rabu tadi pagi, meskipun sudah ada perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Turki dan Rusia. Semestinya gencatan senjata itu merupakan peluang menyelamatkan diri bagi puluhan ribu warga sipil yang terjebak.

Saat ini belum jelas apakah warga akan diijinkan meninggalkan Aleppo Timur, ataukah perjanjian itu akan gagal. Anadolu, kantor berita Turki menyiarkan laporan Bulan Sabit Merah Turki tentang penahanan 1000 warga Siria di pos pemeriksaan oleh milisi Iran.

Pejuang Aleppo Timur mengatakan akan mendukung perjanjian gencatan senjata itu, namun milisi Iran yang memimpin penyerangan ke Aleppo timur, menolaknya karena karena kata mereka kesepakatan itu tanpa keterlibatan Assad atau Iran.

“Milisi sektarian itu ingin melanjutkan pembantaian di Aleppo dan dunia harus bertindak untuk mencegah pembantaian sektarian yang dipimpin oleh Iran,” kata Bassam Mustafa, anggota dewan politik Noureddine Zinki, salah satu kelompok opsisi utama di Aleppo timur . “Pihak oposisi akan terus mematuhi perjanjian.”

Yasser al-Youssef, juru bicara kelompok itu, mengatakan Rusia berusaha untuk meyakinkan pemerintah Assad untuk menerima gencatan senjata. Menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menjelaskan diskusi yang terus berlangsung dengan Rusia dan Iran untuk mengamankan evakuasi warga sipil.

Suriah memanggil bantuanmu

Syrian men carrying babies make their way through a destroyed neighbourhood of Aleppo. Photograph: Ameer Alhalbi/AFP/Getty Images

Perjanjian gencatan senjata itu agaknya tanpa sepengetahuan rejim Assad. Militer Siria awalnya mengatakan mereka tidak mengetahui perjanjian itu. Militer lalu mengubah penjelasan mereka dn mengatakan evakuasi akan dimulai Rabi pukul 5 pagi waktu Aleppo. Evakuasi yang dimaksud belum juga terlaksana.

Warga sipil mengatakan penembakan intens pada mereka berlanjut pada Rabu. Pasukan Assad mengamuk di jalan daerah yang baru mereka kuasai itu, mengeksekusi warga sipil dengan tembakan.

Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, di depan Dewan Keamanan PBB mengatakan pemerintahan Suriah, Rusia dan Iran, bertanggung jawab atas kematian warga sipil di Aleppo. Dia menuduh tiga negara mengalungkan “jerat” pada warga sipil.

“Apakah Anda sudah hilang rasa malu? … Apakah eskekusi anak-anak itu tidak mengganggu hatimu? Apakah tidak ada lagi yang akan membuatmu malu? ”

PBB mengatakan telah menerima laporan terpercaya dari berbagai sumber bahwa kelompok pro-Assad, termasuk milisi Syiah Irak Harakat al-Nujaba, telah membunuh sedikitnya 82 warga sipil, termasuk 11 perempuan dan 13 anak-anak, di empat wilayah Aleppo Timur.

https://www.facebook.com/maimon.herawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>